Sae Salera

Our Kitchen Stories

Kamis, 16 Mei 2013

H I A T U S

Hiatus dulu ya.. mbok2 yang suka masak *tunjuk diri sendiri* lagi mabok berat, lagi musuhan sama wajan, bawang dan bumbu bumbu dapur lainnya.. :D


Cerita di luar dapur tetep update disini..:D
Read More

Senin, 25 Maret 2013

Do It Your Self ala Pepper Lunch Resto

Tanggal 16 Maret kemaren dapet undangan dari Pepper Lunch Resto melalui mbak mbak Anne, Admin Indonesian Food Blogger untuk nge-brunch bareng sekaligus review outlet mereka yang ke 17 ini yang ternyata baru dibuka tanggal 4 maret kemaren lho, jadi dari segi penampilan resto semua masih fresh. Kesan pertama begitu menginjakkan kaki di resto ini adalah bersih dan tenang. Suka banget sama konsep interiornya, pencahayaannya.



Pepper Lunch Resto ini merupakan Original Japanese Restaurant yang menyajikan seni memasak ala jepang, dan uniknya pepper lunch ini mempersilahkan kepada pengunjung restaurant untuk memasak dan meracik makanannya sendiri, nah konsep ini nih yang disebut DIY  alias do it your self. 

Bingung cara memasak sendiri ? jangan khawatir.. setiap menu yang dipesan diletakkan dalam hot plate ukuran personal yang sudah dipanaskan sampai 260 derajat celcius, nah begitu disajikan para pengunjung dipersilahkan untuk memasak dan meracik pesanan dan bumbu serta sauce yang sudah disediakan. jadi soal rasa anda yang berhak untuk meracik dan menentukan titik kenikmatannya *wink ;)

Beragam menu disajikan disini, ada berbagai macam Pepper Steak dan juga Pepper Rice. Nah berhubung acara ini juga merupakan promo menu pepper rice jadi kita juga dikasih kesempatan buat icip icip menu Pepper Rice ini, diantara 3 menu pilihan Salmon Pepper Rice, Beef Pepper Rice dan Chicken Pepper Rice saya memilih Beef Pepper Rice yang konon menurut mbak Rika Fardani (Marketing Manager) adalah menu andalan resto ini..wuuiiih lucky me !

Disela menunggu pesanan kami diajak mbak Rika untuk mengintip dapur Pepper Lunch Resto ini, eeh beneran lho dapurnya bersih dan rapi..penyajian setiap hidangan juga bersih dan super cepat.


Setelah acara intip intip dapur ga pake nunggu lama teppan berasap dan mengeluarkan gemerisik renyah hadir di depan saya, diatasnya tersaji nasi putih yang atasnya ditutupi pipilan jagung manis, irisan daun bawang segar, taburan lada hitam dan dikelilingi irisan beef yang warnanya masih segar merona. 


Agak kaget juga begitu melihat pertama kalinya.. wah dagingnya masih mentah gini gimana saya bisa makan ? naaah ternyata disinilah kuncinya, inilah yang dinamakan DIY (Do it Your Self) jadi begitu hidangan hot plate tersaji di depan kita buru-buru deh diaduk, ga usah khawatir daging bakalan mentah karena hot plate ini sendiri sudah dipanaskan sampai suhu 260 derajat jadi matengnya rata. Disekeliling  hot plate juga sudah dilindungi oleh oil ring paper biar tangan kita ga ikutan mateng kalo nyentuh teppannya *melet*


Apa istimewanya nasi yang diaduk dengan lada hitam, jagung, daun bawang dan irisan beef ? istimewanya adalah rasanya.. karena pepper lunch mempunyai 2 resep rahasia yang membuat masakan ini berbeda baik dari rasa dan aromanya.. 2 bumbu itu adalah Pepper atau lada hitam yang konon pepper ini digiling setiap harinya untuk mendapatkan kwalitas pepper yang baik dan fresh..nah bumbu rahasia kedua adalah Butter.. butter ini merupakan butter khusus yang sudah ditambahkan rempah rempah yang penyajiannya disembunyikan dibawah pipilan jagung jadi begitu diaduk paduan aroma butter dan pepper sudah bikin tangan gatel pengen cepet2 nyendokin nasinya. Porsinya cukup, apalagi saya belum sarapan sedang berbadan 2 jadi menu segitu langsung liciiin.... *nyengir



Beefnya sendiri yang diimport langsung dari Australia juga empuk tanpa perlawanan, nah kalo ingin menciptakan citarasa sendiri sesuai keinginan disini juga disajikan 2 jenis sauce, Honey Sauce dan Garlic Sauce..anda bebas bereksperimen soal rasa disini..berhubung pesanan Beef Pepper Rice saya sudah gurih dari butter jadi saya tambahkan honey sauce diatasnya dan bener deh..rasanya jadi tambah Laziiss !!


Sebagai menu penutup, Pepper Lunch Resto menyajikan menu dessert baru mereka yang baru launching bulan february kemaren yaitu Red Velvet Cake yang disajikan dalam cup plastik ukuran personal, begitu pertama kali menyantap dessert ini yang paling terasa adalah cream cheesenya, rasa dari cakenya sendiri juga lumayan ga begitu manis, cocok deh bersanding sama si cream cheesenya yang enak dan lembuut :)

Yang penasaran buruan kesini dan ciptakan kreasi rasa anda sendiri..:)

Pepper Lunch Resto 
Cilandak Town Square Lt. 2 Unit 117-119

Beef Pepper Rice 
Rp. 48,182

Salmon Pepper Rice
Rp. 65,455

Chicken Pepper Rice
Rp. 40,909

Red Velvet Cake 
Rp. 18,182

Read More

Minggu, 24 Februari 2013

Sup Gurame Honje

Sup buat yang lagi flu, kasian srat srut mulu dari kemaren. Enaknya dibikinin yang anget, seger dan pedes. Setelah confirm sama yang mau mengkonsumsi akhirnya diiringi rintik hujan *tsaah* berangkat ke pasar nyari gurame yang ukuran sedang. Ga pake lama Sup Gurame Honje pun jadi..:D


Sup Gurame Honje

Resep :
- 1/2kg ikan gurame, bersihkan dan potong jadi 2
- 1 buah honje/kecombrang - iris sesuai selera
- 4 siung bawang merah - iris tipis
- 4 siung bawang putih - iris tipis
- cabe rawit merah - iris tipis
- 5 cm jahe - iris tipis
- 2 ikat daun kemangi 
- 1 1/2sdt air jeruk nipis
- Garam secukupnya
- 1/2 sdtGula pasir

Cara Membuat :
1. Rebus ikan gurame beserta garam hingga mendidih, sisihkan
2. tumis semua irisan bumbu hingga wangi kemudian tambahkan air kaldu ikan, menjelang sup mendidih masukkan ikan tambahkan perasan air jeruk nipis dan daun kemangi. angkat dan sajikan hangat.

Read More

Bubur Ase - Betawi (IDFB 9)

Saya persembahkan Bubur Ase - khas betawi ini untuk Indonesian Food Blogger Challenge 9 yang kali ini temanya "Congee atau Porridge" alias bubur khas indonesia. Bubur Ase ini merupakan kuliner betawi yang hampir punah, hanya 1-2 orang saja yang masih setia berjualan bubur ase ini. Tidak seperti bubur ayam pada umumnya, bubur ase tergolong unik karena merupakan kombinasi dari tiga jenis makanan. Selain bubur yang terbuat dari nasi yang dilumatkan, ada lagi pelengkap lainnya yaitu kuah semur dan asinan yang terdiri dari irisan wortel, kol, lobak, dll. Selain itu jika suka bisa juga ditambahkan kerupuk berwarna pink atau emping. 



Bubur ase disebut sebagai bubur asli Betawi karena campuran hidangannya menggunakan bahan makanan asli Betawi. Untuk rasa, bubur ase memang memiliki rasa asin bercampur rasa segar. Asin tersebut berasal dari rasa bubur yang dibuat dari campuran garam dan santan kelapa. Sementara rasa asam yang segar timbul karena rasa asinan dan dan manis gurih berasal dari kuah semur.


Untuk resepnya saya dapet dari tukang pijit anak saya yang kebetulan juga asli Betawi Bekasi, si emak saya memanggilnya.. si emak juga kaget waktu saya tanya soal bubur ini, bagaimana saya tau soal bubur ini, kata beliau udah ga ada yang jualan panganan (makanan) ini sekarang.

Resep:
Bubur 
- 1 cup beras (cuci dan rendam semalaman)
- 1 cup santan
- air secukupnya
- garam secukupnya

Cara Membuat :
Masak beras dan air hingga lunak, masukkan santan dan garam aduk dan masak kembali hingga lunak dan mengental.

Semur Betawi
Bahan :
- 1/2 Dada Ayam - Rebus dada ayam beserta sedikit garam kemudian goreng dan suwir-suwir
- 2 bh kentang - kupas, potong sesuai selera dan goreng

Bumbu Halus :
- 6 siung Bawang Merah
- 4 siung bawang putih
- 1/2 sdt Ketumbar yang sudah disangrai
- 1/2 sdt merica bubuk
- 1/4 sdt pala bubuk
- 1bh cabe merah besar
- 1cm Jahe

Bahan tambahan : 
- Kecap - takaran sesuai selera
- Garam - takaran sesuai selera
- 1 btr cengkeh
- Air kaldu sisa rebusan ayam
Cara Membuat :
1. Haluskan semua bumbu kemudian tumis hingga wangi, masukkan air kaldu ayam, kecap, garam dan cengkeh, aduk hingga semua bahan tercampur rata (jangan lupa dicicipi ya).
2. Masukkan suwiran ayam goreng dan kentang kemudian masak kembali hingga bumbu meresap.

Asinan Betawi
Bahan :
- 1 bh wortel - serut memanjang/ potong sesuai selera
- 1/2 buah lobak - serut memanjang/ potong sesuai selera
- 1 bh timun - serit memanjang bagian daging putihnya/ potong sesuai selera
- 1/4 kol ukuran kecil - iris halus 
- 1sdt cuka kwalitas bagus
- 2 sdt gula pasir
- 1/2sdt garam

Cara Membuat : 
Campur serutan wortel, lobak, timun dan kol jadi satu kemudian tambahkan cuka, gula dan garam. Aduk jadi satu dan diamkan hingga meresap.

Pelengkap/Taburan bubur
- Kacang goreng
- Bawang goreng
- Irisan daun bawang
- Emping 
- Kerupuk merah muda *ga pake 

Cara Penyajian :
Masukkan bubur dalam wadah, tambahkan semur ayam & kentang diatasnya, tambahakan asinan, kacang, bawang dan kerupuk.



Dulu waktu masih hamil Adam sering banget makan bubur Ase, bukan sering lagi tapi hampir tiap hari malah. Tiap pulang kerja selalu mampir ke warung gerobak bubur pinggir jalan perempatan legenda, penjualnya sepasang suami istri yang sudah renta, dari logatnya khas banget si engkong sama si emak ini asli betawi. Pertama kali disodirin bubur ini agak kaget..beda dari bubur ayam pada umumnya, isiannya ada sejenis asinan (atau acar saya menyebutnya), suwiran ayam, kacang tanah dan kuah bubur yang rasanya beda juga dari bubur pada umumnya, warnanya coklat kental, rasanya gurih campur manis..begitu isi dalam mangkok dicampur..nyessss saya bener2 menikmati sajian bubur ini tiap sendok saya resapi rasanya, rasa gurih, manis dan asam bercampur jadi satu itulah kenapa meskipun sudah habis 1 mangkok di warung gerobak engkong saya masih ngebekel 1 bungkus lagi buat dimakan dirumah.. pernah iseng saya tanya kenapa buburnya beda sama bubur2 yang lain ? si emak dengan lantangnya jawab kalo bubur betawi emang yang begini ini neng..pake semur sama asinan. 



Sayangnya..setelah habis melahirkan, begitu ingin bernostalgia sama buburnya engkong ternyata warung itu sudah tutup yang tersisa hanya gerobaknya saja..dan penjual di sekitar juga tidak tahu dimana keberadaan si engkong dan emak, dan sampai sekarang hampir 5 tahun gerobak itu masih disana tanpa ada bubur, engkong dan emak.
 Semoga dengan adanya IDFB ini makin banyak warisan kuliner dari leluhur kita yang kembali terangkat dan kita kenalkan kembali ke anak cucu kita. Jangan sampai warisan kuliner leluhur kita terjajah oleh maraknya makanan siap saji apalagi sampai kuliner leluhur kita sampai diakui negara lain.

Read More

Kamis, 24 Januari 2013

Belajar Low Light Photography

Liburan kemaren ketimbang iseng apalagi 2 jagoan dah pada tidur semua jadi deh geret2 meja ke deket jendela..keluarin kamera dari sangkarnya, bongkar kotak properti daaaann...





Memanfaatkan si hitam manis yang lagi musim dan lady finger yg kayanya cantik dibuat objek yuhuuu.. mari beraksi belajar low light photography. Pencahayaan seperti biasa pake natural light dan pendukung yang lain cuma background hitam, 2 reflektor yang berasal dari gorden putih tipis dan styrofoam tempat mainan keretanya adam hehehe.. 
Read More

Kamis, 16 Mei 2013

H I A T U S

Hiatus dulu ya.. mbok2 yang suka masak *tunjuk diri sendiri* lagi mabok berat, lagi musuhan sama wajan, bawang dan bumbu bumbu dapur lainnya.. :D


Cerita di luar dapur tetep update disini..:D

Senin, 25 Maret 2013

Do It Your Self ala Pepper Lunch Resto

Tanggal 16 Maret kemaren dapet undangan dari Pepper Lunch Resto melalui mbak mbak Anne, Admin Indonesian Food Blogger untuk nge-brunch bareng sekaligus review outlet mereka yang ke 17 ini yang ternyata baru dibuka tanggal 4 maret kemaren lho, jadi dari segi penampilan resto semua masih fresh. Kesan pertama begitu menginjakkan kaki di resto ini adalah bersih dan tenang. Suka banget sama konsep interiornya, pencahayaannya.



Pepper Lunch Resto ini merupakan Original Japanese Restaurant yang menyajikan seni memasak ala jepang, dan uniknya pepper lunch ini mempersilahkan kepada pengunjung restaurant untuk memasak dan meracik makanannya sendiri, nah konsep ini nih yang disebut DIY  alias do it your self. 

Bingung cara memasak sendiri ? jangan khawatir.. setiap menu yang dipesan diletakkan dalam hot plate ukuran personal yang sudah dipanaskan sampai 260 derajat celcius, nah begitu disajikan para pengunjung dipersilahkan untuk memasak dan meracik pesanan dan bumbu serta sauce yang sudah disediakan. jadi soal rasa anda yang berhak untuk meracik dan menentukan titik kenikmatannya *wink ;)

Beragam menu disajikan disini, ada berbagai macam Pepper Steak dan juga Pepper Rice. Nah berhubung acara ini juga merupakan promo menu pepper rice jadi kita juga dikasih kesempatan buat icip icip menu Pepper Rice ini, diantara 3 menu pilihan Salmon Pepper Rice, Beef Pepper Rice dan Chicken Pepper Rice saya memilih Beef Pepper Rice yang konon menurut mbak Rika Fardani (Marketing Manager) adalah menu andalan resto ini..wuuiiih lucky me !

Disela menunggu pesanan kami diajak mbak Rika untuk mengintip dapur Pepper Lunch Resto ini, eeh beneran lho dapurnya bersih dan rapi..penyajian setiap hidangan juga bersih dan super cepat.


Setelah acara intip intip dapur ga pake nunggu lama teppan berasap dan mengeluarkan gemerisik renyah hadir di depan saya, diatasnya tersaji nasi putih yang atasnya ditutupi pipilan jagung manis, irisan daun bawang segar, taburan lada hitam dan dikelilingi irisan beef yang warnanya masih segar merona. 


Agak kaget juga begitu melihat pertama kalinya.. wah dagingnya masih mentah gini gimana saya bisa makan ? naaah ternyata disinilah kuncinya, inilah yang dinamakan DIY (Do it Your Self) jadi begitu hidangan hot plate tersaji di depan kita buru-buru deh diaduk, ga usah khawatir daging bakalan mentah karena hot plate ini sendiri sudah dipanaskan sampai suhu 260 derajat jadi matengnya rata. Disekeliling  hot plate juga sudah dilindungi oleh oil ring paper biar tangan kita ga ikutan mateng kalo nyentuh teppannya *melet*


Apa istimewanya nasi yang diaduk dengan lada hitam, jagung, daun bawang dan irisan beef ? istimewanya adalah rasanya.. karena pepper lunch mempunyai 2 resep rahasia yang membuat masakan ini berbeda baik dari rasa dan aromanya.. 2 bumbu itu adalah Pepper atau lada hitam yang konon pepper ini digiling setiap harinya untuk mendapatkan kwalitas pepper yang baik dan fresh..nah bumbu rahasia kedua adalah Butter.. butter ini merupakan butter khusus yang sudah ditambahkan rempah rempah yang penyajiannya disembunyikan dibawah pipilan jagung jadi begitu diaduk paduan aroma butter dan pepper sudah bikin tangan gatel pengen cepet2 nyendokin nasinya. Porsinya cukup, apalagi saya belum sarapan sedang berbadan 2 jadi menu segitu langsung liciiin.... *nyengir



Beefnya sendiri yang diimport langsung dari Australia juga empuk tanpa perlawanan, nah kalo ingin menciptakan citarasa sendiri sesuai keinginan disini juga disajikan 2 jenis sauce, Honey Sauce dan Garlic Sauce..anda bebas bereksperimen soal rasa disini..berhubung pesanan Beef Pepper Rice saya sudah gurih dari butter jadi saya tambahkan honey sauce diatasnya dan bener deh..rasanya jadi tambah Laziiss !!


Sebagai menu penutup, Pepper Lunch Resto menyajikan menu dessert baru mereka yang baru launching bulan february kemaren yaitu Red Velvet Cake yang disajikan dalam cup plastik ukuran personal, begitu pertama kali menyantap dessert ini yang paling terasa adalah cream cheesenya, rasa dari cakenya sendiri juga lumayan ga begitu manis, cocok deh bersanding sama si cream cheesenya yang enak dan lembuut :)

Yang penasaran buruan kesini dan ciptakan kreasi rasa anda sendiri..:)

Pepper Lunch Resto 
Cilandak Town Square Lt. 2 Unit 117-119

Beef Pepper Rice 
Rp. 48,182

Salmon Pepper Rice
Rp. 65,455

Chicken Pepper Rice
Rp. 40,909

Red Velvet Cake 
Rp. 18,182

Minggu, 24 Februari 2013

Sup Gurame Honje

Sup buat yang lagi flu, kasian srat srut mulu dari kemaren. Enaknya dibikinin yang anget, seger dan pedes. Setelah confirm sama yang mau mengkonsumsi akhirnya diiringi rintik hujan *tsaah* berangkat ke pasar nyari gurame yang ukuran sedang. Ga pake lama Sup Gurame Honje pun jadi..:D


Sup Gurame Honje

Resep :
- 1/2kg ikan gurame, bersihkan dan potong jadi 2
- 1 buah honje/kecombrang - iris sesuai selera
- 4 siung bawang merah - iris tipis
- 4 siung bawang putih - iris tipis
- cabe rawit merah - iris tipis
- 5 cm jahe - iris tipis
- 2 ikat daun kemangi 
- 1 1/2sdt air jeruk nipis
- Garam secukupnya
- 1/2 sdtGula pasir

Cara Membuat :
1. Rebus ikan gurame beserta garam hingga mendidih, sisihkan
2. tumis semua irisan bumbu hingga wangi kemudian tambahkan air kaldu ikan, menjelang sup mendidih masukkan ikan tambahkan perasan air jeruk nipis dan daun kemangi. angkat dan sajikan hangat.

Bubur Ase - Betawi (IDFB 9)

Saya persembahkan Bubur Ase - khas betawi ini untuk Indonesian Food Blogger Challenge 9 yang kali ini temanya "Congee atau Porridge" alias bubur khas indonesia. Bubur Ase ini merupakan kuliner betawi yang hampir punah, hanya 1-2 orang saja yang masih setia berjualan bubur ase ini. Tidak seperti bubur ayam pada umumnya, bubur ase tergolong unik karena merupakan kombinasi dari tiga jenis makanan. Selain bubur yang terbuat dari nasi yang dilumatkan, ada lagi pelengkap lainnya yaitu kuah semur dan asinan yang terdiri dari irisan wortel, kol, lobak, dll. Selain itu jika suka bisa juga ditambahkan kerupuk berwarna pink atau emping. 



Bubur ase disebut sebagai bubur asli Betawi karena campuran hidangannya menggunakan bahan makanan asli Betawi. Untuk rasa, bubur ase memang memiliki rasa asin bercampur rasa segar. Asin tersebut berasal dari rasa bubur yang dibuat dari campuran garam dan santan kelapa. Sementara rasa asam yang segar timbul karena rasa asinan dan dan manis gurih berasal dari kuah semur.


Untuk resepnya saya dapet dari tukang pijit anak saya yang kebetulan juga asli Betawi Bekasi, si emak saya memanggilnya.. si emak juga kaget waktu saya tanya soal bubur ini, bagaimana saya tau soal bubur ini, kata beliau udah ga ada yang jualan panganan (makanan) ini sekarang.

Resep:
Bubur 
- 1 cup beras (cuci dan rendam semalaman)
- 1 cup santan
- air secukupnya
- garam secukupnya

Cara Membuat :
Masak beras dan air hingga lunak, masukkan santan dan garam aduk dan masak kembali hingga lunak dan mengental.

Semur Betawi
Bahan :
- 1/2 Dada Ayam - Rebus dada ayam beserta sedikit garam kemudian goreng dan suwir-suwir
- 2 bh kentang - kupas, potong sesuai selera dan goreng

Bumbu Halus :
- 6 siung Bawang Merah
- 4 siung bawang putih
- 1/2 sdt Ketumbar yang sudah disangrai
- 1/2 sdt merica bubuk
- 1/4 sdt pala bubuk
- 1bh cabe merah besar
- 1cm Jahe

Bahan tambahan : 
- Kecap - takaran sesuai selera
- Garam - takaran sesuai selera
- 1 btr cengkeh
- Air kaldu sisa rebusan ayam
Cara Membuat :
1. Haluskan semua bumbu kemudian tumis hingga wangi, masukkan air kaldu ayam, kecap, garam dan cengkeh, aduk hingga semua bahan tercampur rata (jangan lupa dicicipi ya).
2. Masukkan suwiran ayam goreng dan kentang kemudian masak kembali hingga bumbu meresap.

Asinan Betawi
Bahan :
- 1 bh wortel - serut memanjang/ potong sesuai selera
- 1/2 buah lobak - serut memanjang/ potong sesuai selera
- 1 bh timun - serit memanjang bagian daging putihnya/ potong sesuai selera
- 1/4 kol ukuran kecil - iris halus 
- 1sdt cuka kwalitas bagus
- 2 sdt gula pasir
- 1/2sdt garam

Cara Membuat : 
Campur serutan wortel, lobak, timun dan kol jadi satu kemudian tambahkan cuka, gula dan garam. Aduk jadi satu dan diamkan hingga meresap.

Pelengkap/Taburan bubur
- Kacang goreng
- Bawang goreng
- Irisan daun bawang
- Emping 
- Kerupuk merah muda *ga pake 

Cara Penyajian :
Masukkan bubur dalam wadah, tambahkan semur ayam & kentang diatasnya, tambahakan asinan, kacang, bawang dan kerupuk.



Dulu waktu masih hamil Adam sering banget makan bubur Ase, bukan sering lagi tapi hampir tiap hari malah. Tiap pulang kerja selalu mampir ke warung gerobak bubur pinggir jalan perempatan legenda, penjualnya sepasang suami istri yang sudah renta, dari logatnya khas banget si engkong sama si emak ini asli betawi. Pertama kali disodirin bubur ini agak kaget..beda dari bubur ayam pada umumnya, isiannya ada sejenis asinan (atau acar saya menyebutnya), suwiran ayam, kacang tanah dan kuah bubur yang rasanya beda juga dari bubur pada umumnya, warnanya coklat kental, rasanya gurih campur manis..begitu isi dalam mangkok dicampur..nyessss saya bener2 menikmati sajian bubur ini tiap sendok saya resapi rasanya, rasa gurih, manis dan asam bercampur jadi satu itulah kenapa meskipun sudah habis 1 mangkok di warung gerobak engkong saya masih ngebekel 1 bungkus lagi buat dimakan dirumah.. pernah iseng saya tanya kenapa buburnya beda sama bubur2 yang lain ? si emak dengan lantangnya jawab kalo bubur betawi emang yang begini ini neng..pake semur sama asinan. 



Sayangnya..setelah habis melahirkan, begitu ingin bernostalgia sama buburnya engkong ternyata warung itu sudah tutup yang tersisa hanya gerobaknya saja..dan penjual di sekitar juga tidak tahu dimana keberadaan si engkong dan emak, dan sampai sekarang hampir 5 tahun gerobak itu masih disana tanpa ada bubur, engkong dan emak.
 Semoga dengan adanya IDFB ini makin banyak warisan kuliner dari leluhur kita yang kembali terangkat dan kita kenalkan kembali ke anak cucu kita. Jangan sampai warisan kuliner leluhur kita terjajah oleh maraknya makanan siap saji apalagi sampai kuliner leluhur kita sampai diakui negara lain.

Kamis, 24 Januari 2013

Belajar Low Light Photography

Liburan kemaren ketimbang iseng apalagi 2 jagoan dah pada tidur semua jadi deh geret2 meja ke deket jendela..keluarin kamera dari sangkarnya, bongkar kotak properti daaaann...





Memanfaatkan si hitam manis yang lagi musim dan lady finger yg kayanya cantik dibuat objek yuhuuu.. mari beraksi belajar low light photography. Pencahayaan seperti biasa pake natural light dan pendukung yang lain cuma background hitam, 2 reflektor yang berasal dari gorden putih tipis dan styrofoam tempat mainan keretanya adam hehehe.. 

© 2011 Sae Salera , AllRightsReserved.

Designed by ScreenWritersArena